PENGARUH LAMA WAKTU CURING TERHADAP NILAI CBR DAN SWELLING PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI BOJONEGORO DENGAN CAMPURAN 6% ABU SEKAM PADI DAN 4% KAPUR

Restu Hermawan Prasetyo

Abstract


Banyak daerah di Indonesia yang memiliki jenis tanah lempung ekspansif, hampir 20% dari luasan tanah di Pulau Jawa dan kurang lebih 25% dari luasan tanah di Indonesia merupakan tanah lempung ekspansif. Tanah dari daerah Bojonegoro merupakan tanah lempung ekspansif. Dari hasil pengujian fisik tanah diketahui bahwa tanah di daerah Bojonegoro merupakan tanah lempung ekspansif dengan nilai CBR 3,909% dan nilai swelling 3,982%, oleh karena itu tanah tersebut memerlukan upaya stabilisasi pada tanah tersebut. Stabilisasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah pencampuran bahan aditif berupa abu sekam padi dan kapur.  Dalam penelitian ini dilakukan pengujian pendahuluan dengan pencampuran kadar abu sekam padi 5%, 6%, dan 6,5%. Berdasarkan hasil dari pengujian pendahuluan, kadar optimum abu sekam padi adalah 6%, sehingga digunakan campuran 6% abu sekam padi dan 4% kapur. Dari hasil penelitin ini menunjukan bahwa pencampuran tanah asli dengan 6% abu sekam padi dan 4% kapur menghasilkan nilai CBR sebesar 18,432% dan nilai swelling 0,221%. Dengan melakukan curing pada campuran tanah asli dengan 6% abu sekam padi dan 4% kapur  menghasilkan nilai CBR dan swelling yang lebih baik. Waktu curing selama 14 hari menghasilkan peningkatan nilai CBR yang signifikan. Nilai CBR setelah curing 14 hari menjadi 31,735% dengan nilai swelling 0,15%. Waktu curing untuk menghasilkan CBR terbesar dan swelling terkecil adalah 14 hari.. Curing selama 14 hari dapat meningkatkan nilai CBR sebesar 845% dan nilai swelling turun hingga 2160%.

Kata kunci: Lempung Ekspansif, Abu Sekam Padi, Kapur, CBR, Swelling, Curing

 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.