ANALISIS DINAMIK DINDING PASANGAN BATU BATA RUMAH DUA LANTAI DI KOTA MALANG

Arch Aditya, Achfas Zacoeb, Wisnumurti .

Abstract


Mayoritas masyarakat di Indonesia menggunakan rumah sebagai tempat tinggal, sehingga kemampuan rumah sebaiknya diperhitungkan dengan baik.  Material utama yang paling banyak digunakan adalah pasangan batu bata merah, sebagai dinding yang juga menjadi struktur primer untuk rumah satu lantai maupun dua lantai. Gempa yang terjadi sering kali berdampak parah kepada rumah dibanding bangunan lain. Dalam penelitian ini, nilai tegangan geser dinding rumah dua lantai akibat dari gempa di Kota Malang dapat diketahui.

Analisis dinamik dengan derajat kebebasan majemuk digunakan dalam penelitian ini, dengan data respon spektrum gempa yang diambil dari pusat penelitian dan pengembangan pemukiman Indonesia tahun 2011. Dengan pengaruh kekakuan arah X dan Y yang berbeda, gaya yang muncul dari hasil perhitungan menunjukan arah Y yang lebih dominan. Sehingga dalam memperhitungkan tegangan geser dinding, digunakan gaya 100% arah Y dan 30% arah X. Perbedaan letak pusat masa dan kekakuan rumah juga menimbulkan eksentrisitas yang berakibat munculnya momen. Dalam penelitian ini gaya akibat momen sangat besar dibandingkan dengan gaya akibat gempa murni, sehingga eksentrisitas merupakan hal yang patut menjadi perhatian dalam perhitungan gempa.

Mengacu pada penelitian terdahulu, tegangan geser maksimum yang dapat diterima pasangan dinding batu bata merah yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 1,69 kg/cm. Rata-rata dari tegangan geser yang diterima oleh dinding rumah dua lantai akibat gempa di Kota Malang sebesar 1,58 kg/cm2.

Kata-kata Kunci:rumah, pasangan batu bata merah, tegangan geser, eksentrisitas, derajat kebebasan majemuk


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.