EVALUASI KINERJA OPERASIONAL PESAWAT UDARA RUTE SUMENEP - SURABAYA

Efriyanda Rahim S, Deny Darmawan, Harnen Sulistio, Rahayu K

Abstract


Pulau Madura merupakan salah satu pulau berkembang yang terletak di sebelah  timur Laut Jawa. Sebagai wilayah yang sedang berkembang, aktivitas warganya pun  juga ikut meningkat. Kabupaten Sumenep memiliki Bandar Udara Trunojoyo, tetapi  pengoperasiannya masih belum optimal. Sehingga perlu diadakan evaluasi terhadap  potensi penumpang dan kinerja dari bandara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui karakteristik penumpang moda bus patas, travel dan mobil pribadi rute  Sumenep-Surabaya; mengetahui kinerja operasional pesawat terbang rute Sumenep-  Surabaya; mengetahui bentuk model pemilihan pengguna moda bus patas, travel dan  mobil pribadi dibanding dengan pesawat terbang rute Sumenep-Surabaya.

Evaluasi yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode Importance– Performance Analysis untuk analisis kinerja dan juga digunakan metode Stated Preference untuk mengetahui perbandingan dengan moda lain, yang juga bertujuan  untuk mengevaluasi kekurangan dan keunggulan moda pesawat terbang. Penelitian ini  dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2015 yang berlokasi di Kabupaten  Sumenep. Survei ini dilakukan terhadap penumpang bus patas, travel, mobil pribadi dan  pesawat terbang dengan rute Sumenep-Surabaya dengan jumlah responden 100 orang  untuk masing-masing moda bus patas, travel dan  mobil pribadi sedangkan untuk moda  pesawat terbang menggunakan jumlah responden sebanyak 50 orang.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diketahui karakteristik  responden bus patas didominasi oleh penumpang dengan pendidikan terakhir SMA  (58%), pekerjaan swasta (37%) dan penghasilan keluarga sebesar 1-3 juta rupiah  perbulan. Untuk responden travel didominasi oleh penumpang dengan pendidikan  terakhir SMA (60%), pekerjaan swasta (49%) dan penghasilan keluarga sebesar 1-3 juta  rupiah perbulan. Sedangkan untuk pengguna mobil pribadi didominasi oleh penumpang  dengan pendidikan terakhir SMA (49%), pekerjaan swasta (39%), dan penghasilan  keluarga sebesar 3-5 juta rupiah perbulan. Maksud tujuan dari perjalanan yang  dilakukan umumnya dengan maksud tujuan non-bisnis dengan menggunakan biaya  sendiri serta alasan penggunaan moda tersebut adalah karena alasan biaya perjalanan.  Dari analisis metode Importance–Performance Analysis, diperoleh hasil ada tujuh belas  poin yang dirasa penting oleh penumpang dan perlu diadakan pembenahan, tujuh belas  poin ini meliputi fasilitas keamanan, keselamatan, ruangan ibadah, pusat informasi,  pengkondisian cahaya ruangan bandara dan fasilitas parkir, serta dua belas poin yang  dianggap kurang penting oleh penumpang namun kinerjanya masih belum memuaskan  yang terdiri dari pelayanan petugas, pengkondisian suhu pesawat, rambu, fasilitas  trolley dan fasilitas ruang tunggu serta satu poin yang kinerjanya dianggap terlalu  berlebih yaitu toilet bandara. Sedangkan dari metode Stated Preference, diperoleh  model untuk bus patas (UPT–UBP)= 0,906-0.00001072(ΔX1) & (UPT–UBP)=-  1,101+0,869(ΔX2); travel (UPT–UTR)= 1,054-0.00001262(ΔX1) & (UPT–UTR)= 0,312+1,080(ΔX2); mobil pribadi (UPT–UMP)= 1,562-0.00001636(ΔX1) dimana ΔX1 =  selisih biaya perjalanan dan ΔX2 = selisih frekuensi keberangkatan.

Kata Kunci : Evaluasi  Kinerja,  Bus  Patas,  Travel,  Mobil  Pribadi,  Pesawat  Terbang,  Sumenep  –  Surabaya,  Importance–Performance Analysis, Stated Preference.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.