Studi Analisis Perencanaan Sistem Pracetak Pada Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya

Authors

  • Dimas Aditya Navy Anto Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • M Taufik Hidayat Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Retno Anggraini Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Abstract

Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang (cast in situ). Namun, struktur beton bertulang sendiri memiliki kekurangan terkait waktu pengerjaannya yang relatif lama dan kebutuhan tenaga pekerja yang dibutuhkan terbilang cukup banyak dimana dapat menghabiskan biaya yang cukup besar. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mempercepat waktu pelaksanaan yaitu dengan memakai metode beton pracetak (precast) sebagai alternatif komponen struktural dalam pelaksanaannya. Metode beton pracetak (precast) adalah teknologi konstruksi struktur beton yang dicetak di pabrik kemudian dipasang di lokasi proyek. Sehingga, proses pembangunan atau konstruksi akan jauh lebih cepat dibanding dengan menggunakan beton konvensional.

Hal yang harus diperhatikan dalam penelitian kali ini berupa karakteristik daerah yang  akan direncanakan beton pracetak yaitu berada di kota Surabaya yang berada di wilayah Menanggal. Hal ini menjadikan pertimbangan khusus dalam memodifikasi keruntuhan bangunan tahan gempa yang menggunakan konstruksi beton pracetak (precast) ditentukan oleh

kualitas sambunganya, terutama pada sambungan balok – kolom. Oleh karena itu agar bangunan Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya aman tahan terhadap gempa penulis melakukan kontrol terdapat ketahanan gempa meliputi : Kontrol partisipasi massa, Kontrol periode getar struktur, Kontrol nilai akhir respon spektrum, dan Kontrol batas simpangan (drift).

Analisis sambungan balok – kolom pracetak baik yang ditengah yang dilakukan pada kondisi setelah cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok adalah beban beban mati, beban hidup dan beban gempa menunjukkan hasil yang aman terhadap lentur dan geser. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis sambungan di tengah menunjukkan momen nominal sebesar 411,003 kNm lebih besar dari momen ultimate sebesar 255,29978 kNm dan kuat geser nominal sebesar 2715,48 kN lebih besar dari gaya geser yang terjadi sebesar 884,426 kNm.

 

Kata kunci : Balok pracetak, Struktur beton, bangunan tahan gempa

Published

2023-08-11

Issue

Section

STRUKTUR (STRUCTURE)