STUDI ANALISIS PENGARUH INTERMEDIATE STIFFENERS TERHADAP PERILAKU BALOK BAJA COLD-FORMED PROFIL C SINGLE

Authors

  • Dhiya Ulhaq Al Hanif Muhsin Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Desy Setyowulan Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Indra Waluyohadi Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas ketahanan bangunan dan mendukung metode konstruksi yang berkelanjutan adalah dengan menggunakan baja cold-formed. Di Indonesia, diperlukan bangunan yang memiliki ketahanan dan kekuatan bangunan yang tinggi. Oleh karena itu, material baja cold-formed dapat digunakan untuk elemen struktur utama, seperti balok. Dalam penelitian ini, dilakukan pemodelan struktur balok dengan pengaruh intermediate stiffeners menggunakan software ABAQUS, untuk memahami perilaku kekuatan dan kapasitas beban maksimum. Penggunaan sambungan pada intermediate stiffeners pada baja cold-formed perlu diteliti lebih lanjut. Pada penelitian ini, digunakan profil kanal ganda (C) 80x30x9x0,75 dengan mutu G550 dan panjang balok 1000 mm. Tumpuan yang digunakan pada kolom adalah sendi dan roll. Beberapa variasi
pemodelan intermediate stiffeners yang digunakan adalah Model 1 (tanpa pengaku), Model 2 (pengaku tepi web), Model 3 (pengaku tengah), dan Model 4 (Intermediate Stiffeners). Perilaku struktur balok kemudian dibandingkan berdasarkan analisis SNI 7971:2013 dan software ABAQUS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas beban maksimum yang dapat ditahan oleh struktur balok adalah 4,24% untuk Model 1, 4,64% untuk Model 2, 4,65% untuk Model 3, dan 4,26% untuk Model 4. Penggunaan intermediate stiffeners pada struktur balok akan meningkatkan kekuatan dan kapasitas beban yang dapat diterima oleh struktur tersebut.


Kata kunci: Baja Cold-Formed, Kapasitas Beban, Struktur Balok, Software ABAQUS,
Intermediate Stiffeners.

Published

2023-07-24

Issue

Section

STRUKTUR (STRUCTURE)