pp.1031-1036 ANALISA PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA PEKERJA PEMBANGUNAN KONSTRUKSI PEMBUANGAN AKHIR LIMBAH B3 KABUPATEN LAMONGAN

Authors

  • Muhammad Farhan Athallah Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Kartika Puspa Negara Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Muhammad Hamzah Hasyim Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Abstract

Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) adalah salah satu hak dasar bagi pekerja
yang merupakan komponen dari hak asasi manusia (HAM). Sistem Manajemen K3L bertujuan
melindungi pekerja atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan demi kesejahteraan hidup dan
meningkatkan produksi serta produktivitas nasional, menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada
di tempat kerja, dan memelihara serta menggunakan sumber-sumber produksi secara aman dan efisien.
Untuk itu semua pihak diharapkan berperan secara proaktif dalam upaya pelaksanaan K3L sesuai dengan
hak, kewajiban dan tanggung-jawabnya masing-masing. Dengan implementasi K3 yang selalu
didasarkan pada potential hazards dan potential risks yang ada.
Masih tingginya tingkat kecelakaan kerja dan berbagai ancaman keselamatan dan kesehatan
kerja di Indonesia terutama di sektor jasa konstruksi. Menurut ILO (2015), di Indonesia tingkat
kecelakaan kerja merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Sedikitnya terjadi 6.000 kasus kecelakaan
kerja fatal yang terjadi diIndonesia pada periode tahun 2015. Menurut Badan Pusat Jaminan Sosial
(BPJS) (2015) kecelakaan yang setiap harinya dialami para buruh, penyumbang terbanyak berasal dari
kecelakaan kerja konstruksi yang mencapai 30% dari total keseluruhan jumlah kecelakaan kerja.
Adanya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Penerapan SMK3 dapat
mengurangi risiko bahaya di tempat kerja dan dapat menciptakan kondisi kerja yang produktif.
Pembangunan Kontruksi Pembuangan Akhir Limbah B3 yang mana pada proyek ini memiliki potensi
mengalami adanya risiko dalam kecelakaan kerja. Proyek ini dibangun dengan luas 30 Hektar,
penggunaan alat berat dan berupa benda tajam pada pembangunan ini yang tidak terelakkan dapat
menyebabkan terjadinya risiko kecelakaan kerja pada proyek ini.

Published

2022-11-23

Issue

Section

MANAJEMEN KONSTRUKSI (CONSTRUCTION MANAGEMENT)